Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan dengan tema "Peran Perempuan Dalam Pengawasan"

Tangkapan layar via zoom meeting (12/03/2025)

Tangkapan layar via zoom meeting (12/03/2025)

Ngabang, Humas Bawaslu Landak – Dalam rangka memperkuat partisipasi perempuan dalam pengawasan Pemilu, Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat mengadakan kegiatan Ngabuburit Pengawasan dengan tema Peran Perempuan dalam Pengawasan Pemilu. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Anggota Bawaslu Kabupaten Sintang, Aloysius Kusnadi serta Henny Yusnita, Anggota Bawaslu Kabupaten Sambas, via zoom (12/03/2025).

Anggota Bawaslu Kabupaten Landak, Theresia Masyono Mungaris ikut menghadiri. Menurut Theresia, kegiatan ini sangat baik dan luar biasa dalam meningkatkan partisipasi dan peran perempuan.

Acara ini dibuka dengan sambutan oleh Yosef Harry Suyadi, Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat. Dalam sambutannya, Yosef menekankan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam pengawasan Pemilu. 

“Perempuan adalah leading sector dalam pengawasan yang tidak bisa diabaikan. Keterlibatan perempuan dalam Pemilu bukan hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai pengawas yang aktif dalam memastikan integritas demokrasi,” ujar Yosef.

Sambutan dan arahan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, Mursyid Hidayat. Ia menyoroti betapa besar peran perempuan dalam proses demokrasi. 

“Perempuan memiliki kepekaan yang tinggi terhadap berbagai bentuk pelanggaran Pemilu. Kehadiran mereka dalam pengawasan akan memberikan perspektif yang lebih luas dalam menjaga transparansi dan keadilan dalam pemilihan,” tutur Mursyid.

Dalam diskusi, Henny Yusnita dari Bawaslu Kabupaten Sambas menekankan bahwa partisipasi perempuan dalam pengawasan bukan hanya simbolik, tetapi harus menjadi gerakan yang nyata. 

“Kita ingin melihat lebih banyak perempuan terlibat dalam pengawasan, baik sebagai pengawas TPS, pemantau independen, maupun sebagai bagian dari penyelenggara Pemilu,” jelasnya.

Sementara itu, Aloysius Kusnadi, Bawaslu Kabupaten Sintang juga membagikan pengalaman terkait tantangan yang dihadapi perempuan dalam pengawasan Pemilu. 

“Kadang masih ada anggapan bahwa pengawasan adalah tugas laki-laki, padahal perempuan juga memiliki kapasitas yang sama untuk menjalankan tugas ini dengan baik,” ungkapnya.

Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta, terutama para perempuan yang ingin berkontribusi lebih dalam pengawasan Pemilu. Dengan adanya forum seperti ini, diharapkan semakin banyak perempuan yang sadar akan pentingnya peran mereka dalam menjaga demokrasi yang jujur dan adil.

 

Penulis, & Foto : A. Becker, 2025.